Cerpen
Di Jalan Jabal Al-Kaabah karya M. Shoim Anwar menceritakan tentang perjalanan
kepala desa Tuan Amali dan Nyonya Tilah beribadah di tanah suci. Tentunya penulis
cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah mempunyai pengalaman tersendiri yang sesuai
dengan cerpen ini. Penulis cerpen ini memilih tempat yang menggambarkan sebagian
kecil yang terjadi di sekitaran Makkah, sebagai pembaca yang belum pergi ke
tanah sucimemberikan suatu gambaran bahwa disana juga ada seorang pengemis,
yang sebelumnya beranggapan tidak mungkin tanah suci ada seorang pengemis.
Cerpen
Di Jalan Jabal Al-Kaabah karya M. Shoim Anwar menceritakan tokoh Tuan Amali yang
melihat sebuah kebenaran dari seorang pengemis yang berada di sekitaran kaabah bahwa
mereka menampakkan kecacatan dengan kebohongan. Tuan Amali juga bertemu tetangganya
sendiri yang sedang mengemis di sekitaran kaabah.
Dalam
cerpen Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah karya M. Shoim Anwar telah menggambarkan
semua dari berbagai aspek, diantaranya aspek spiritual, aspek sosial, dan aspek
ekonomi. Aspek spiritual yang dilakukan Tuan Amali dan Nyonya Tilah beribadah
di tanah sucinyang banyak berdoa di depan kaabah dikarenakan tempat yang sangat
mustajab. Aspek sosial ada rasa iba terhadap seorang pengemis oleh Tuan Amali
dan Nyonya Tilah. Aspek ekonomi yang dilakukan oleh Pak Dotil seorang pengemis di
tempat ia tinggal sampai melakukannya ke tanah suci untuk menghidupi finansial
dalam hidupnya.
“Rezeki
di tangan Allah” kalimat itu memang benar adanya. Akan tetapi kita tidak boleh
untuk putus asa dalam berdoa dan berusaha dengan bekerja, bukan malah menjadi seorang
pengemis. Jadikan acuan dalam hadist yang disebutkan “Tangan diatas lebih baik
tangan yang di bawah,” kita lebih baik memberi daripada meminta.
Komentar
Posting Komentar