KRITIK ESAI CERPEN TAHI LALAT KARYA M. SHOIM ANWAR

 

Cerpen adalah karya sastra cerita pendek yang bersifat fiktif dan mengisahkan tentang suatu permasalahan, yang dialami oleh satu tokoh secara ringkas. Mulai dari pengenalan sampai akhir dari permasalahan yang dialami oleh tokoh tersebut. Salah satu cerpen karya M. Shoim Anwar adalah Tahi Lalat.

Cerpen Tahi Lalat merupakan sebuah cerpen yang menceritakan mengenai realita kehidupan sosial bermasyarakat. Dimana kabar tahi lalat di dada istri pak lurah tersebar melalui mulut ke telinga. Cerpen Tahi Lalat juga menceritakan pemimpin desa atau disebut lurah yang tidak menepati janjinya saat kampanye sebelum pemilihan. Bahkan masyarakat dipaksa untuk menjual tanahnya untuk dibangun sebuah perumahan. Dapat dilihat dari data di bawah ini.

“Akhirnya orang-orang saling memberi kode ketika berpapasan. Bila mereka sedang bergerombol, dan salah satu sudah memberi kode, yang lain mengacungkan jempolnya sebagai tanda mengerti. Bagi yang kurang yakin, pertanyaan akan langsung diteriakkan saat aku lewat.”

Dalam pernyataan di atas jelas terlihat kabar tahi lalat di dada istri pak lurah menyebar luas. Semua masyarakat hampir mengetahui kabar tersebut tanpa kontrol.

Bulan depan adalah masa pendaftaran calon lurah atau kepala desa di sini. Konon Pak Lurah akan mencalonkan kembali untuk periode berikutnya. Tak ada yang bisa mencegahnya meski janji-janjinya yang dulu ternyata palsu.

"Ada unsur politik juga kayaknya," kataku pada istri.

"Mengapa istri diikut-ikutkan?" dia mendongak.

"Citra perempuan lebih sensitif untuk dimainkan."

Pernyataan di atas, menggambarkan kepemimpinan pak lurah tidak sesuai dengan janji-janji yang dilontarkan Ketika kampanye dulu. Rakyat dipaksa untuk menjual tanahnya untuk kepentingan pribadi penguasa.

M. Shoim Anwar menulis karya cerpen Tahi lalat sesuai dengan realita kehidupan saat ini dalam masyarakat, banyak sekali yang menggambarkan seperti halnya yang digambarkan cerpen Tahi Lalat. Masyarakat selalu heboh dengan berita-berita tentang keburukan seseorang. Juga dengan kepemimpinan seorang penguasa banyak yang mengingkari janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye.

Komentar