SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H/2021 M

Idul Fitri

Karya  Sutadji Calzoum Bachri

Lihat

Pedang tobat ini menebas-nebas hati

dari masa lampau yang lalai dan sia

Telah kulaksanakan puasa ramadhanku,

telah kutegakkan shalat malam

telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang

Telah kuhamparkan sajadah

Yang tak hanya nuju Ka’bah

tapi ikhlas mencapai hati dan darah

Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu

Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya

Maka aku girang-girangkan hatiku

Aku bilang:

Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam

Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang

Namun si bandel Tardji ini sekali merindu

Takkan pernah melupa

Takkan kulupa janji-Nya

Bagi yang merindu insya Allah ka nada mustajab Cinta

Maka walau tak jumpa denganNya

Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini

Semakin mendekatkan aku padaNya

Dan semakin dekat

semakin terasa kesia-siaan pada usia lama yang lalai berlupa

O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini

ngebut

di jalan lurus

Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir

tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia

Kini biarkan aku meneggak marak CahayaMu

di ujung sisa usia

O usia lalai yang berkepanjangan

Yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus

Tuhan jangan Kau depakkan aku lagi ke trotoir

tempat aku dulu menenggak arak di warung dunia

Maka pagi ini

Kukenakan zirah la ilaha illAllah

aku pakai sepatu sirathal mustaqim

aku pun lurus menuju lapangan tempat shalat Id

Aku bawa masjid dalam diriku

Kuhamparkan di lapangan

Kutegakkan shalat

Dan kurayakan kelahiran kembali

di sana

 

KRITIK ESAI DI ATAS:

Sutadji Calzoum Bachri merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang sangat terkenal salah satu pelopor penyair Angkatan 1970-an, bahkan Sutadji Calzoum Bachri dijuluki dengan persiden penyair Indonesia. Salah satu dari karya sastranya yaitu puisi yang berjudul “Idul Fitri.”

Idul fitri merupakan suatu kemenangan dari satu bulan penuh berpuasa. Ditutup dengan zakat fitrah untuk mensucikan kembali diri sendiri dari sekian banyak dosa. Idul fitri juga ajang silaturrahmi keluarga, guru, teman, dan lain-lain.

Puisi Idul Fitri karya Sutardji Calzoum Bachri hanya memiliki satu bait dan 42 baris. Makna pada puisi di atas adalah menggambarkan seseorang yang telah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan tentunya sang penyair sendiri dengan kata “Tardji.” Pengakuan seorang pemabuk yang kini mabuk kerinduan pada ilahi-Nya. Di hari kemenangan, jiwa dan raga yang fitri mengayunkan kaki menuju suara takbir yang menggema untuk shalat Id. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H/2021 M

Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Komentar