Seno
Gumira Ajidarma merupakan seorang penulis dari generasi baru di sastra
Indonesia. Karya Seno antara lain berbentuk kumpulan puisi, cerpen, novel, dan
esai, wartawan, dan pekerja teater. Beberapa buku karyanya adalah Atas
Nama Malam, Wisanggeni—Sang Buronan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Biola
tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi,
dan Negeri Senja. Nama samaran yang dimilikinya Mira Sato, digunakan
untuk menulis puisi sampai tahun 1981. Dia lahir di Boston, Amerika Serikat
pada tanggal 19 Juni 1958, tetapi dibesarkan di Yogyakarta. Seno Gumira Aji
Darma dikenal sebagai pengarang yang seringkali mengedepankan masalah sosial
dan politik dalam karya-karyanya (Tjahjono Widijanto, 2007).
Salah satu karya cerpen Seno Gumirah adalah Setan Banteng. Setan Banteng
yang diceritakan pada cerpen ini oleh Seno merupakan permainan yang mengandung
mistis, yang dimainkan oleh sekelompok anak SD di sekolahnya tanpa mengetahui sebab-akibat
belakangnya. Sama seperti dulu semasa saya masih anak-anak, bermain permainan
mistis yang disebut Jelangkung. Entah itu memang benar adanya atau hanya
sebuah permainan dimana pas dibaca mantra memanggil setan, konon setannya akan
datang. Mungkin sama seperti yang diceritakan pada cerpen Setan Banteng
ini. Satu anak yang dirasuki jiwanya Setan Banteng, Ia bangkit, perlahan tapi
penuh ancaman. Tangannya sekarang lurus kencang dan mengepal. Ketika menoleh,
matanya sudah menyala, wajahnya merah, dan dari hidungnya keluarlah dengusan
amarah. Semua teman di sekolahan menyerunduk teman-teman yang lainnya sama
halnya dengan banteng. Akan tetapi semua anak-anak itu tertawa kegirangan tanpa
merasa ketakutan. akhirnya guru mereka yang menegur dan memarahi anak-anak yang
bermain tersebut, lalu si guru bicara merendah “Sejak kecil sudah bermain
setan…”
Komentar
Posting Komentar