MENGAPA SASTRA ANAK PENTING?

MENGAPA SASTRA ANAK PENTING?

Menurut Teeuw (1984:23) sastra adalah kata serapan dari bahasa Sansekerta sastra, yang berarti teks mengandung instruksi atau pedoman, dari kata dasar “sas” yang berarti instruksi atau ajaran, sedangkan “tra” berarti alat atau sarana. Padahal dalam pengertian sekarang (bahasa Melayu), sastra banyak diartikan sebagai tulisan. Pengertian ini ditambah dengan kata “su” yang berarti indah atau baik. Jadi susastra bermakna tulisan yang indah (Winarni, 2013: 1). Jadi hakikat sastra adalah suatu ungkapan perasaan pribadi seseorang dengan pengalaman fenomena disekitarnya yang diekspresikan dalam bentuk estetik atau keindahan melalui diksi, kata, dan kalimat.

Sastra anak adalah karya sastra yang secara khas dapat dipahami bagi anak-anak yang mengenai  tentang dunia, yang biasanya akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 6-13 tahun. Menurut Puryanto (2008:2) sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 3-12 tahun. Sastra anak adalah sastra yang mengacu kepada kehidupan cerita yang berkorelasi dengan dunia anak-anak (dunia yang dipahami anak) dan bahasa yang digunakan sesuai dengan perkembangan intelektual dan emosional anak (bahasa yang dipahami anak-anak) hal ini menunjukkan bahwa batasan sastra anak hanyalah pada karyanya, dimensi lainnya, seperti pengarang dan pembaca sebagai pencipta dan penikmat dalam sastra anak tidak mutlak harus anak-anak (Kurniawan, 2009:22).

Hakikat sastra anak biasanya harus sama dan sesuai dengan dunia kehidupan anak-anak yang mempunyai kekhususan milik mereka dan bukan milik orang dewasa. Sastra anak mengarah dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu. Mempunyai ideologi tersendiri yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku dalam kehidupan anak-anak.

Ideologi dalam sastra merupakan skema sistematis gagasan yang umumnya berkait dengan politik, kemasyarakatan, atau aturan kelompok/komunitas yang tindakannya dijustifikasikasi (dibenarkan). Ideologi anak dengan cara melalui kepercayaan moral, politik, dan sosial penulis, dimana yang direkomendasikan melalui cerita yang dipraktikkan dalam kehidupan melalui tindakan dan cara memandang kehidupan.

Ideologi cerita anak beroperasi melalui berbagai macam ideologi, karena anak-anak lebih sering menyukai sesuatu yang tampak terlebih dahulu daripada membacanya. Jika sudah melihat suatu bentuk menurutnya menarik baru selanjutnya pindah ketahap membaca. Ideologi cerita anak biasanya melalui illustrasi, judul, tema, tokoh, penoikohan, percakapan, dan tikaian. Dikarenakan satu anak dengan yang lainnya mempunyai perbedaan ketertarikan pada setiap sesuatu, apalagi sastra.

Mengapa sastra anak begitu penting? Sastra anak sangat penting dalam pembelajaran kepribadian tentu pada dukungan mental, moral, dan kreatifitas imajinasi seorang anak. Pembelajaran sastra anak dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah, mampu meningkatkan siswa dalam menghayati, menikmati, dan memahami terhadap karya sastra. Apalagi sastra dalam penyajian penulis dengan ilustrasi yang mempunyai daya tarik tersendiri untuk seorang anak.

Sastra anak juga memiliki harapan pembentukan kepribadian anak yang pintar dalam mengimajinasikan dan emosi dalam mengekspresikan sehingga mampu menghasilkan karya yang bagus. Juga sastra anak bisa menjadi sarana hiburan yang positif, karena dengan begitu anak gemar membaca. Dimana akan menjadikan pribadi anak mempunyai pikiran yang penuh dengan pengetahuan , hingga bisa menjadikan bahan untuk tulisan tentu dalam sastra.

Dalam membaca sastra, anak selain menjadi hiburan juga dapat menikmati alur cerita, watak tokoh yang mengesankan, dan anak harus memertimbangkan suatu kebenarannya. Akan tetapi selain anak, guru dan orang tua mampu memilihkan bacaan sastra yang mengandung dan terdapat kesan yang bermakna bagi kepribadian anak atau seorang peserta didik. Apabila sastra anak diajarkan sejak dini, maka seorang anak bisa mengetahui kehidupan manusia yang disiplin, bermoral, dan sederhana. Hal ini dikarenakan dalam karya sastra mengandung gambaran habitat manusia dengan kebenaran, kebaikan, dan keindahannya.

 

 

Referensi

https://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/hakikat-sastra-anak/

https://thabaart.blogspot.com/2017/11/hakikat-sastra-literature.html

https://hanankaruniablog.wordpress.com/2015/12/10/sastra-anak-pengertian-jenisdan-karakteristik-dan/

file:///C:/Users/user.DESKTOP-OMQ89VA/Downloads/3.%20BAB%20II.pdf

 

 

Komentar